Knowledge Capturing “Lesson Learn Penerapan DMO di PLN Batubara serta PLN Group”

Dengan penerapan Keputusan Menteri ESDM RI nomor 1410 K/30/MEM/2018 tanggal 12 Maret 2018 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri ESDM nomor 1395 K/30/MEM/2018 disaat transaksi ekspor masih menggunakan Harga Batubara Acuan (HBA) berjalan diatas ketentuan menteri tersebut, harga transaksi untuk lingkungan PLN menjadi tidak menarik bagi pasar batubara dan berimbas pada beberapa hal sebagai berikut:

  1. Pasokan batubara dari produsen cenderung dioptimalkan untuk transaksi ekspor yang nilai transaksinya lebih tinggi dibanding dengan harga menjual di domestik terutama ke lingkungan PLN Group yang harus mengacu kepada ketentuan Menteri ESDM terbaru sehingga stok pasokan untuk pasar domestik menurun cenderung langka.
  2. Peningkatan pengiriman ke pasar ekspor juga mengganggu tingkat ketersediaan armada kapal baik barge maupun vessel untuk pengiriman domestik, dikarenakan terjadi hukum ekonomi dimana peningkatan demand atas armada transportasi tidak imbang dengan ketersediaan supplai armada, kondisi yang diperkirakan terjadi melonjaknya pengiriman ekspor menjadikan pasar domestik tidak menjadi prioritas dipengaruhi ketersediaan batubaranya juga dari sisi penjual mengutamakan untuk ekspor.

Untuk tetap menjaga ketersediaan batubara bagi PLTU PLN group maka dikeluarkan Kepmen ESDM No. 23K/30/MEM/2018 Tahun 2018 menetapkan persentase minimal DMO sebesar 25% dari rencana jumlah produksi tahun 2018. Perusahaan yang tidak memenuhi DMO dikenakan sanksi pemotongan produksi tahun 2019 serta pengurangan kuota ekspor.

Sementara itu melalui Surat Menteri ESDM nomor 2783/32/MEM.B/2018 tanggal 19 April 2018 tentang Pemenuhan Kewajiban DMO (Domestic Market Obligation) Batubara Tahun 2018 serta diperkuat dengan Surat Menteri ESDM No. 2964/32/MEM.B/2018 tanggal 9 Agustus 2018 menetapkan bagi perusahaan yang belum memenuhi kewajiban DMO sebesar 25% sampai dengan akhir Triwulan III (30 September 2018) harus melaksanakan kewajiban pemenuhan DMO sebesar 25% dari realisasi produksi setiap triwulan dengan distribusi proporsional yang berimbang. Akan diberikan sanksi pengurangan produksi dalam RKAB tahun 2019 apabila tidak dilaksanakan.(terlampir materi presentasi ESDM)

Menyikapi hal-hal tersebut diatas, PLN Batubara melakukan koordinasi rutin dengan para mitra pemasok merupakan peluang bagi PLNBB untuk mengoptimalkan penyerapan DMO (Domestic Market Obligation) dari para produsen tambang untuk memenuhi kewajiban partisipasi pasokan batubaranya di pasar lokal terutama sektor ketenagalistrikan selain ke PLN (Persero) untuk langsung melalui PLN Batubara (terlampir Surat Realisasi & BA Rekon DMO)

>>Resume Lesson Learn DMO final (Confidential)<<

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *